Tuesday, 9 July 2013

Penetapan Awal dan akhir Ramadhan





PENDAHULUAN
Salah satu hal yang membedakan antara penanggalan Hijriah dengan kalender lainnya adalah peraturan yang digunakan. Peraturan penanggalan hijriah disandarkan pada Al Qur’an dan Hadis yang sekaligus sebagai sumber hukum dalam agama Islam. Beberapa aturan dasar penanggalan Hijriah adalah :
1. Satu tahun terdiri dari 12 bulan. Hal ini didasarkan firman Allah (QS. Attaubah : 36) yang artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”.
2. Awal bulan ditandai dengan hilal. Hal ini didasarkan pada firman Allah (QS. Al-Baqarah : 189) yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.
3. Satu bulan Hijriah itu terdiri dari 29 hari atau 30 hari. Hal ini didasarkan pada beberapa Hadis Nabi yang berkaitan dengan puasa di antaranya, “Sebulan itu adalah sekian dan sekian, kemudian beliau melengkungkan ibu jarinya pada perkataan yang ketiga, maka berpuasalah kamu karena melihat hilal, dan berbukalah (mengakhiri puasa) kamu karena melihat hilal. Jika hilal tertutup oleh awan, maka pastikanlah bilangan hari pada bulan itu lamanya menjadi 30 hari” (HR. Muslim).
Berdasarkan Al Quran dan Hadis Nabi tersebut, para ulama sepakat bahwa penanggalan Hijriah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan Bulan dalam mengelilingi Bumi (Lunar Calendar) dan awal bulan ditandai dengan hilal. Karena didasarkan pada astronomical phenomena maka penanggalan Hijriah tidak mengenal istilah tahun kabisat dan satu tahunnya terdiri dari 12 bulan yang tidak bergantung pada posisi matahari.
Dalam praktiknya, penanggalan Hijriah hingga kini-belum mempunyai peraturan baku yang dipergunakan secara internasional, sehingga dalam penetapan awal maupun akhir bulan terutama dalam penetapan awal dan akhir Ramadhan masih sering terjadi perbedaan. Banyak faktor yang menjadi penyebab perbedaan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.CARA PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN
Hampir setiap tahun kaum muslimin disibukkan dengan masalah “kapan memulai puasa dan kapan berhari raya?”. Para pemimpin dan pengurus ormas-ormas dan lembaga-lembaga Islam disibukkan berijtihad untuk memastikan kapan puasa tahun itu dimulai dan berakhir, sementara masyarakat dibingungkan dengan berbagai keputusan yang dibuat oleh ormas-ormas dan lembaga-lembaga Islam yang terkadang keputusannya berbeda-beda. Bahkan akhir-akhir ini masyarakat sering dikacaukan oleh seruan untuk memulai puasa atau berhari raya dengan berpedoman pada awal puasa dan idul fitri di Saudi Arabia.
Tidak jarang karena perbedaan-perbedaan tersebut, timbul kesalahpahaman dan gesekan-gesekan diantara masyarakat. Masing-masing menganggap benar apa yang diputuskan oleh ormas atau lembaga yang diikutinya dan menganggap salah terhadap yang lain, tanpa mereka tahu apa sebetulnya yang dijadikan patokan sebagai pentuan awal dan akhir puasa oleh masing-masing ormas dan lembaga-lembaga Islam tersebut.
Pada masa Rasulullah, para sahabat dan tabi’in tidak pernah terjadi perbedaan di dalam penetapan awal Ramadhan, awal Syawal dan awal Dzulhijjah, semua didasarkan atas rukyatul hilal bil fi’li (melihat hilal dengan mata kepala) atau istikmal (menggenapkan bulan Sya’ban dan Ramadhan menjadi 30 hari) apabila rukyat tidak berhasil disebabkan karena cuaca mendung atau faktor lainnya.
Namun setelah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan, pengertian tentang rukyatul hilal mengalami pergeseran. Ada yang memaknainya tetap seperti semula, yaitu rukyat bil fi’li dan ada yang memaknainya dengan rukyat bil’ilmi, yakni melihat hilal dengan ilmu pengetahuan atau hisab.
Dari perbedaan makna rukyatul hilal itulah maka penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal sekarang ini paling tidak ada tiga macam cara, diantaranya adalah :
a. Penetapan dengan hisab melalui pendekatan wujudul hilal.
Artinya awal Ramadhan dan awal Syawal ditetapkan berdasarkan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada di atas ufuk berapa pun derajat tingginya, walaupun kurang dari 0,5 derajat, dan walaupun hilal tidak dapat dilihat dengan mata kepala, karena yang penting hilal sudah wujud. Jadi rukyatul hilal bil fi’li tidak perlu dilakukan dalam penetapan awal atau akhir bulan.
b. Penetapan dengan hisab melalui pendekatan imkanur rukyat.
Artinya awal Ramadhan dan awal Syawal ditetap-kan berdasarkan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada pada ketinggian yang mungkin dirukyat (imkanur rukyat). Pada umumnya, mereka yang berpendapat seperti ini menetapkan bahwa hilal yang imkan dirukyat minimal berada pada posisi dua derajat. Oleh karena itu, apabila posisi hilal kurang dari dua derajat tidak imkan dirukyat dan tidak bisa ditetapkan sebagai awal Ramadhan dan awal Syawal, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal ditetapkan pada hari berikutnya.
c. Penetapan dengan rukyat bil fi’li.
Artinya awal ramadhan dan awal Syawal harus tetap didasarkan pada melihat bulan sabit. Hisab hanya berfungsi sebagai pemandu dalam melakukan rukyat bil fi’li agar rukyat yang dilakukan menjadi efektif. Sekalipun demikian, tidak setiap syahadah atau rukyat bil fi’li bisa diterima. Syahadah atau rukyat bil fi’li yang bisa diterima adalah apabila posisi hilal berada di atas ufuk. Apabila posisi hilal di bawah ufuk, maka harus ditolak.
Dari penjelasan di atas kita ketahui bahwa pendapat pertama dan ke dua dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan menggunakan hisab tanpa melakukan rukyat, sedangkan pendapat ke tiga lebih mengedepankan rukyat bil fi’li, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal baru bisa ditetapkan setelah melakukan rukyatul hilal pada malam 30 Sya’ban dan 30 Ramadhan. Apabila hilal dapat di-rukyat sekalipun kurang dari dua derajat maka awal Ramadhan dan awal Syawal dapat ditetapkan. Dan kalau tidak berhasil dirukyat maka ditetapkan hari berikutnya dengan cara istikmal (menyempurnakan umur bulan menjadi 30 hari).
B.DALIL YANG DIGUNAKAN OLEH AHLI HISAB DAN AHLI RUKYAT
Golongan yang menggunakan rukyat berpendapat bahwa awal dan akhir Ramadhan harus ditetapkan atas dasar hasil rukyat bil fi’li (melihat hilal dengan mata kepala) sementara golongan yang menggunakan hisab berpendapat bahwa hisablah yang harus digunakan dalam menetapkan awal dan akhir ramadhan. Masing – masing berpijak pada dalil-dalil syar’i berdasarkan atas interpretasi mereka.
1.Dalil yang digunakan Oleh Ahli Hisab
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ( يونس : ٥)
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Yunus : 5)
الشمس و القمر بحسبان
Matahari beredar menurut perhitungan. (QS. ar-Rahman: 5)
يسألونك عن الأهلة قل هي مواقيت للناس والحج( البقرة : 189)
Artinya, Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi badat) haji. (QS. al-Baqarah: 189).
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan manjilah-manjilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan supaya kita mengetahui waktu (bulan) dan tahun sedangkan matahari agar kita mengetahui waktu (hari) dan jam. Secara explisit dua ayat di atas juga mengandung pelajaran disyariatkannya mempelajari ilmu falak (astronomi) atau ilmu hisab untuk mengetahui waktu-waktu shalat, puasa, haji dan lainnya yang bermanfa’at bagi kaum Muslimin.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنّا أمة أمية لا نكتب ولا نحسب، الشهر هكذا وهكذا يعنى مرة تسعة وعشرون ومرة ثلاثون (رواه البخاري)
Rasulallah Saw bersabda Kita adalah umat buta huruf, tidak pandai menulis dan tidak pandai berhitung, sebulan itu adalah sekian dan sekian (maksudnya kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari) (HR. Al Bukhari)
Dari hadits diatas dapat kita pahami bahwa Rasulallah dan para shahabat tidak mempergunakan hisab sebagai dasar untuk memulai dan mengakhiri puasa, karena pada waktu itu ilmu hisab belum berkembang, orang – orang Arab masih dalam keadaan buta huruf, sehingga cara yang paling mudah dilakukan waktu itu dengan melihat bulan.
Namun saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dan maju, untuk mengetahui waktu-waktu dan fenomena luar angkasa baik yang telah terjadi maupun yang akan terjadi dapat diperkirakan secara tepat dan mudah, sehingga dengan didukung peralatan yang canggih, hisablah yang paling akurat untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتحفظ من شعبان م لا يتحفظ من غيره ثم يصوم لرؤية رمضان، فإن غُمّ عليه عدّ ثلاثين يوما ثم صامز (رواه أبو داود)
Rasulallah Saw sangat berhati-hati terhadap bulan Ramadhan, disbanding dengan bulan lainnya, kemudian beliau berpuasa karena melihat hilal Ramadhan, maka bila hilal Ramadhan tidak terlihat karena tertutup oleh awan beliau menghitung lamanya bulan Sya’ban itu 30 hari.(HR. Abu Dawud)
Hadits di atas dapat kita pahami bahwa pengamatan hilal pada bulan ramadhan dan syawal pada masa Rasulallah dilakukan dengan sangat – hati hati dan dengan upaya yg lebih keras dibandingkan bulan2 lainnya.
Jika upaya pengamatan hilal saat itu dilakukan dengan upaya terbaik yg tersedia pada masa itu, maka sewajarnyalah hal yg sama (upaya terbaik) juga dilakukan oleh kita2 pada masa sekarang. Dan fasilitas yg tersedia pada masa sekarang adalah teknologi satelit dan telekomunikasi.
Dengan kesemua teknologi yg ada saat ini, maka akan dapat diketahui dengan cukup akurat kapan terjadinya bumi, bulan dan matahari dalam posisi segaris (dan dapat diramalkan untuk tahun2 mendatang), sehingga bagi daerah yg mengalami matahari terbenam setelah waktu tsb, dapat dikatakan telah memasuki bulan baru, walaupun hilal belum dapat terlihat dgn mata telanjang disebabkan silaunya temaram senja dan berbagai efek pembiasan cahayanya.
عن بن عمر رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم إنما الشهر تسع وعشرون فلا تصوموا حتى تروه ولا تفطروا حتى تروه فإن غم عليكم فاقدروا له (رواه مسلم)
Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulallah Saw bersabda “sesungguhnya sebulan itu lamanya 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sehingga melihat hilal, dan janganlah kalian berlebaran sehingga melihat hilal, maka apabila hilal tertutup oleh awan sehingga kalian tidak dapat melihatnya, maka perkirakanlah untuknya. (HR. Muslim)
Lafazh فاقدروا له pada hadits di atas memiliki arti maka kira-kirakanlah dengan ilmu hisab atau hisablah dengan hisabul manzilah (hitunglah dengan perjalanan bulan), dengan demikian maksud hadits di atas memberi pengertian bahwa selain dengan rukyat, awal dan akhir Ramadhan dapat ditetapkan dengan dan perkiraan ilmu hisab yakni dengan menghitung peredaran bulan.
2.Dalil Yang Digunakan Oleh Ahli Rukyat
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صوموا لرؤيته وافطروا لرؤيتة فإن غبي عليكم فاكملوا عدة شعبان ثلاثين (رواه البخاري)
Rasulallah Saw bersabda “Berpuasalah dengan melihat hilal dan berbuka (berhariraya)lah dengan melihatnya pula. Jika (hilal)terhalang (awan) hingga kalian tidak dapat melihatnya, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari” (HR. al-Bukhari)
عن بن عمر رضي الله عنهما أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر رمضان فضرب بيده فقال الشهر هكذا وهكذا ثم عقد إبهامه في الثالثة فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيتة فإن أُغْمي عليكم فاقدروا له ثلاثين (رواه مسلم)
Dari Ibn Umar ra, sesungguhnya Rasulallah Saw menceritakan Ramadhan, kemudian memukulkan tangannya, kemudian bersabda “Sebulan itu adalah sekian dan sekian, kemudian beliau melengkungkan ibu jarinya pada perkataan yang ketiga, maka berpuasalah kamu karena melihat hilal, dan berbukalah (mengakhiri puasa) kamu karena melihat hilal. Jika hilal tertutup oleh awan, maka pastikanlah bilangan hari pada bulan itu lamanya menjadi 30 hari” (HR. Muslim).
عن بن عمر رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم إنما الشهر تسع وعشرون فلا تصوموا حتى تروه ولا تفطروا حتى تروه فإن غم عليكم فاقدروا له (رواه مسلم)
Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulallah Saw bersabda “sesungguhnya sebulan itu lamanya 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sehingga melihat hilal, dan janganlah kalian berlebaran sehingga melihat hilal, maka apabila hilal tertutup oleh awan sehingga kalian tidak dapat melihatnya, maka perkirakanlah untuknya. (HR. Muslim)
Lafazh رَأى atau رُؤْيَة pada hadits – hadits di atas atau hadist lain yang serupa harus diberi arti melihat dengan mata kepala, tidak boleh diartikan melihat dengan hati atau dengan akal atau dengan hisab, karena pada rangkaian hadits tersebut seterusnya terdapat perkataan فإن غُبي atau فإنْ أغمي atau فإنْ غُمّ yang artinya bila hilal itu tertutup oleh awan atau bila hilal itu tidak dapat terlihat.
Kemudian lafazh فاقدروا له pada hadits di atas harus ditafsirkan pastikanlah jumlah hari bulan itu lamanya 30 hari, tidak dengan tafsiran “kira-kirakanlah dengan ilmu hisab atau hitunglah dengan ilmu hisab, karena pada hadits lain dijelaskan dengan perkataan فاقدروا له ثلاثين dan فاكملوا عدة شعبان ثلاثين, sehingga yang dimaksud dengan perkataan فاقدروا له adalah perintah menyempurnakan hitungan bulan sya’ban atau ramadhan menjadi 30 hari jika pada tanggal 29, hilal tidak dapat terlihat oleh mata kepala.
Dengan demikian, bahwa awal atau akhir Ramadhan harus ditetapkan berdasarkan hasil rukyat bil fi’li atau dengan cara istikmal bila hilal tidak dapat dilihat oleh mata kepala, karena syara’ hanya mengajukan dua cara tersebut. Dan penetapan awal atau akhir Ramadhan dengan hisab tidak pernah dilakukan oleh Rasulallah dan para shahabatnya, padahal sebelum Rasullah lahir, di Negeri Arab telah berkembang dan telah terdapat tempat yang dipakai untuk mengajar ilmu hisab. Bahkan menurut fakta sejarah pada tahun 500 SM Phitagoras telah membangun suatu pendidikan khusus dalam ilmu hisab, dan 200 kemudian Bathlimus juga mengembangkan ilmu hisab di lembaga pendidikannya Al-Iskandariyah.
Adapun surat Yunus ayat 5 dan surat Arrahman ayat 5 yang dijadikan dalil oleh ahli hisab tidaklah tepat untuk menghapus sistem rukyat dengan sistem hisab, karena ayat di atas tidak ada sangkut pautnya dengan hal memulai dan mengakhiri puasa. Begitu juga dengan surat al Baqarah ayat 189 bila kita lihat asbabun nuzul ayat ini yang diriwayatkan oleh al-Aufi dari Ibnu Abbas adalah bahwa orang-orang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengenai bulan sabit, maka turunlah ayat ini. Dimana dengan bulan sabit itu mereka mengetahui waktu puasa dan berbuka, waktu jatuh tempo hutang mereka dan iddah istri mereka, serta waktu menunaikan haji. Namun hadits diatas tidak membicarakan sistem hisab yang harus digunakan untuk mengetahui hilal.
C.FAKTOR LAIN YANG MENJADI PENYEBAB BERBEDANYA PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN
Tidak hanya masalah perbedaan pemahaman terhadap nash-nash al-Quran maupun as-Sunah yang menjadi penyebab perbedaan penetapan awal dan akhir Ramadhan, namun banyak faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah :
Masih adanya perbedaan pemahaman tentang definisi hilal, ada yang mengartikan hilal sebagai Bulan sabit yang pertama bisa dilihat dengan mata telanjang. Ada juga yang mengartikan hilal sebagai Bulan yang sudah melewati konjungsi dan berada di atas ufuk saat magrib.
Adanya perbedaan di antara para ahli hisab terhadap sistem hisab yang digunakan. Pada saat ini terdapat lebih dari 20 sistem dan referensi hisab yang digunakan di Indonesia yang dikelompokkan menjadi tiga, yakni hisab taqribi, hisab tahqiqi, dan hisab kontemporer.
Sementara itu ada juga perbedaan di antara para ahli rukyat sendiri, perbedaan itu antara lain dalam masalah rukyat siapakanh yang dapat diterima, apakah harus melalui sumpah atau tidak dan berapa batas minimal orang yang melihat bulan sehingga rukyat tersebut dapat dijadikan keputusan, dan apakah hasil rukyat harus didukung hasil hisab, sehingga jika bertentangan dengan hasil hisab maka hasil rukyat tidak diterima. Selain itu, para ahli rukyat belum sepakat tentang mathla, jangkauan berlakunya hasil rukyat, apakah hasil rukyat di suatu Negara dapat dijadikan dasar penetapan awal dan akhir Ramadhan bagi Negara lain.
DAFTAR PUSTAKA
1.Departemen Agama RI, (1993). Al-Quran dan terjemahnya, CV Gema Risalah Press, Bandung
2.‘Alauddin Ali ibn Muhammad, Tafsir Khazin, Darul fikri. Bairut Libanon
3.Ahmad ibn Ali ibn Hajar al-Asqalany, (1378 H). Fathu al-Baari Syarh Shahih al-Bukhari, Daar al-Ma’rifah, Bairut.
4.Muslim ibn al-Hajjaj Abu al-Husain al-Qusyairy al-Naisabury, Shahih Muslim, Daaru Ihya’ al-Taratsi al-Araby, Bairut.
5.Ensiklopedia Islam, PT Ictiar Baru Van Hoeve, Jakarta
6.Rukyatul Hilal dan Diktat Masalah Diniyah, Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan Jawa Timur.
7.http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1066876366&25
8.http://media.isnet.org/iptek/Etc/IdulAdha1423.html
9.http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=271337&kat_id=147

Monday, 8 July 2013

6 Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa

Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa menjani puasa memang mebutuhkan perjuagan yang besar, agar ibadah kita bisa diterima disisi Allah, apalagi diawal puasa biasanya kita mengalami kondisi tubuh yang ngatuk dan lemas serta merasa tak bergairah untuk beraktifitas, namum ada beberapa tips cara sehat puasa dalam memilih menu sehat berbuka dan sahur dengan memilih


Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa
6 Cara Sehat Menjalankan Ibadah Puasa Berikut ini :

1. Lakukan perencanaan

Hal yang paling utama yang dilakukan adalah dengan membuat daftar belanja selama bulan puasa silakan mebuat perencanaan untuk menu sahur dan berbuka pilihlah makanan yang berbahan segar serta jauhi junk food yang mengandung banyak lemak.
2. Sahur sebelum waktu Subuh Imsak

Memang terasa berat menjalani aktivitas sahur di pagi buta mungkin agak terasa ringan bila kita telah terbiasa makan sahur untuk puasa sunnah senin dan kamis pada bulan-bulan sebelum Ramadhan makan sahur mendekati waktu imasak akan mencegah kita melewati waktu Subuh oleh karena itu, siapkan makan sahur sebelum tidur malam dengan membuat makanan yang praktis. Disarankan untuk memilih bahan makanan yang mengandung serat, karbohidrat kompleks, protein, serta vitamin, agar tubuh dapat memelihara rasa kenyang hingga saat berbuka.
3. Makan secukupnya saat berbuka

Ikuti Sunnah Rosul yakni berbuka dengan manisnya buah kurma serta secangkir minuman hangat. Saat berbuka puasa, makanlah secukupnya saja anda bisa melanjutkan kegiatan berbuka sesudah melakukan ibadah sholat Maghrib Makan secara bertahap ini akan membantu perut kita beradaptasi kembali mencerna makanan setelah seharian menahan lapar dan haus.
4. Kurangi minum kopi, teh, dan minuman bersoda

Minuman olahan seperti kopi, teh, dan minuman bersoda bisa meningkatkan produksi air seni sehingga dapat mengakibatkan sering pipis selain itu, minuman-minuman ini bisa mengeluarkan zat-zat yang diperlukan dalam tubuh.
5. Berolahraga ringan

Olahraga ringan ini diperlukan agar peredaran darah dalam tubuh tetap terjaga aktivitas berolahraga dapat mengubah cadangan energi atau lemak dalam tubuh menjadi glukosa dampaknya adalah badan akan terasa menjadi segar dengan demikian, rasa lesu, malas, dan mengantuk akan terusir saat kita menjalankan puasa Olahraga ringan ini dapat dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka.
6. Komsumsi makanan sehat

Jangan lupa untuk menambahkan selalu buah dan sayur segar pada menu sahur dan berbuka. Hal ini berguna untuk menjaga asupan serat dan vitamin ke tubuh tetap terpenuhi usahakan cukup minum agar tidak terkena dehidrasi dan sakit kepala di siang hari dan bau mulut


Tips Sehat Saat berbuka Puasa





Berbuka puasa dengan menu makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga tubuh tetap kuat dan sehat. Sebagian orang lebih memilih junk food menu berbuka dan yang lain bahkan rakus memenuhi perut dengan berbagai jenis hidangan sebagai bentuk balas dendam karena seharian berpuasa. Perilaku pertama membahayakan tubuh bahkan kerugian yang ditimbulkan dari junk food lebih besar ketimbang manfaatnya. Sementara tindakan yang kedua juga menimbulkan kerusakan bagi jiwa dan raga

Oleh karena itu menjadi penting untuk memberi makanan yang tepat bagi tubuh untuk memastikan bahwa kita terjebak dalam over dosis saat berbuka puasa.
Berikut ini 7 tips yang layak anda pertimbangkan saat berbuka puasa:

1) Berbukalah dengan Kurma dan segelas Air
Kurma adalah buah yang luar biasa, karena didalamnya terkandung konsentrat gula dan beragam jenis nutrisi. Namun yang paling terpenting dari mengkonsumsi kurma saat berbuka adalah dalam rangka meneladani perbuatan rasul tercinta Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Salman bin Amir Radhiallahu anhu bercerita bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering. Jika tidak ada maka minumlah air putih karena air putih itu membersihkan. (HR At Tirmidzi)

2) Mengkonsumsi Makanan yang mengandung Karbohidrat Kompleks
Biji-bijian, sereal atau makanan yang serupa menyediakan kalori dan gula yang sangat dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa. Siapkanlah roti, sayuran dan daging untuk membuat roti isi yang mudah dihidangkan. Roti isi yang terdiri dari sayuran dan daging mengandung cukup nutrisi, beragam vitamin dan serat yang baik untuk tubuh.

3) Jangan berlebihan ketika berbuka,
Saluran pencernaan membutuhkan waktu untuk memproses makanan setelah mengalami kekurangan kalori akibat seharian penuh berpuasa. Oleh karena itu jangan berlebihan ketika berbuka. Berbuka puasa secara berlebihan dapat menyebabkan permasalahan lambung. Makanan dalam jumlah besar yang masuk secara tiba-tiba kedalam lambung akan memaksanya memproduksi beragam enzim dalam satu waktu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu perlahanlah saat memakan dan kunyahlah makanan secara proporsional. Terlebih makan berlebihan tidak sesuai dengan adab islami

4) Meminum dan mengkonsumsi lebih banyak cairan.
Minumlah air dengan jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Air akan membantu ekskresi racun dan membantu pencernaan. Selain itu, jus buah segar adalah sumber gula, vitamin dan mineral. Anda juga dapat mengkonsumsi sup ayam atau semur, ini kaya protein, yang membantu dalam membangun jaringan atau massa otot dan mencegah tubuh dari mendapatkan kelelahan dengan mudah. Sup juga merupakan sumber nutrisi yang baik dan elektrolit yang membantu mencegah kelelahan dan dehidrasi.

5) Hindari makanan berminyak/gorengan
Makanan berminyak akan memakan waktu lebih lama untuk dicerna dan membuat Anda merasa kenyang, tapi sebenarnya tidak memberikan nutrisi yang cukup. Makanan-makanan tersebut bukanlah pilihan yang ideal untuk berbuka (atau secara umum). Meskipun demikian, kalau memang diharuskan, tidak mengapa memakannya sedikit saja ketika makan malam.

6) Segerakan berbuka
Ini bukan saran tentang menu berbuka Anda, tapi saran mengenai kapan Anda berbuka. Berbuka di waktu yang tepat adalah aspek penting dalam Ramadhan, karena menundanya tanpa keperluan, adalah tidak disarankan.
Sahl bin Sa’ad -radhiyallahu ‘anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Orang-orang akan terus berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” [HR Al Bukhari dan Muslim]

7) Berbagi makanan untuk berbuka puasa
Anda bisa menambah pahala dengan menyediakan makanan berbuka bagi tetangga, dan muslim lain yang membutuhkan.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Siapa yang menyediakan makanan berbuka bagi orang lain, maka baginya pahala puasa orang yang diberikannnya makanan tersebut, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun. [HR At Tirmidzi]

Berpuasa di bulan Ramadhan memberi kita banyak kesempatan untuk mengendalikan diri, kedisiplinan hati dan jiwa, menjadikan kita semakin taat kepada Allah Ta’ala. Ini juga merupakan saat untuk menjaga dan mendisiplinkan tubuh kita. Pesan yang hendak disampaikan adalah, untuk menghindari sifat rakus ketika berbuka, dan di saat yang sama memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan nutrisi yang tepat dan asupan yang tepat pula untuk mencegah dehidrasi, kehausan, kelelahan, dan ketidaknyamanan.
Semoga orang yang berpuasa, berbuka di rumah Anda, dan semoga makanan dan rumah Anda diberkahi. Aamiin.
Makanan untuk berbuka mana yang Anda pilih, dalam rangka membantu menjaga produktivitas Anda?
diterjemahkan secara bebas dari http://www.productivemuslim.com/ramadan-series-7-tips-for-a-productive-iftar/

Membuat Cepat Lapar maka MIE dan BUBUR tidak cocok dimakan pada saat Sahur



Jakarta,
Makanan dan minuman memegang peranan penting saat seseorang berpuasa. Karena asupan itu bisa mempengaruhi apakah seseorang nantinya jadi cepat lapar atau tidak. Agar tidak cepat lapar, sebaiknya Anda menghindari makanan yang lembek seperti bubur dan mi instan saat sahur.

"Mi instan itu mengandung kadar glikemik yang tinggi, energi yang kita keluarkan banyak, sehingga cepat lapar," kata dr Tirta Prawita Sari, MSc, SPGK, dalam seminar publik 'Puasa, keadaan lapar yang menyehatkan' di aula kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jl Samratulangie, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2013).

Dia menjelaskan saat menjalankan ibadah puasa, tak jarang banyak orang yang merasa lemas dan merasa malas beraktivitas. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh menurun. Padahal, metabolisme berguna untuk keberlangsungan hidup dan menghasilkan energi.

Itu makanya selama puasa perlu dilakukan pola makan yang baik, yakni konsumsi makanan rendah glikemik saat sahur, dan tinggi glikemik saat berbuka. Mengapa perlu makanan yang mengandung glikemik tinggi saat buka puasa? Asupan makanan ini penting untuk segera menaikkan kadar gula darah.

"Selama puasa, kuncinya yaitu konsumsilah makanan yang tinggi serat dan kandungan protein yang cukup. Selain protein, tubuh juga membutuhkan asupan lemak baik" sambung dr Tirta.

Menurut dr Tirta, lemak baik misalnya makan alpukat saat berbuka, tapi jangan mencampurnya dengan susu kental manis. Selain itu, sebaiknya Anda juga mengurangi konsumsi garam saat makan sahur. Hal ini dikarenakan garam menahan lebih banyak cairan dalam tubuh sehingga orang cepat merasa haus.

Selain itu, dr Tirta juga mengingatkan usai sahur usahakan jangan tidur. Sebab aktivitas tersebut bisa membuat cadangan lemak dalam tubuh lebih banyak.


(vit/vit)

Sunday, 7 July 2013

Kisah yang mengharukan

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat kupulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :
"Alangkah sabarnya mereka....setiap hari begitu...benar- benar mengherankan! "
Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalatnya orang-orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.
Setelah menjalani pendidikan, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Perkenalanku dengan teman-teman membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Pendidikan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian .... banyak waktu luang ... pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh ... tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara.
Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.
Ketika itu, aku pergi kesebuah rumah sakit ternama di kawasan Jakarta, Aku melihat seseorang wanita yang terbujur kaku dalam kondisi Koma, Terlihat ada yang menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah "Laailaaha Illallaah .... Laailaaha Illallaah .." Namun wanita tersebut Hanya bisa terdiam dengan nafas yang tersenggah-senggah, Tak lama kemudian tak ada yang gerakan dari seorang wanita tersebut, Lalu akupun bergegas untuk memanggil dokter, dan dokterpun sudah tak sanggup lagi menolongnya, Tangisan dari keluarga tersebut semakin keras keras dan keras,
Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk.. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia".
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula ... Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang Peristiwa tersebut, Tetapi sejak saat itu, aku semakin sering khawatir tentang keadaan orang tua yang kini aku tak bersama mereka.
Sungguh akupun rindu akan suasana-suasana pada saat aku kecil dulu, namun apa daya akupun beranjak dewasa dan harus biasa hidup mandiri dan jauh dari perhatian orang tua
* * *
Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa, hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.
Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata : "memperbaiki diri dan mengajak orang lain"..
Allah SWT berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. "
(QS. Al-Imran:185)
Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sabdanya, "Barang siapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."
Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.
Note : amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat. Salah satu amalan yang terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.
Begitulah hendaknya kamu nasehati dirimu setiap hari karena kamu tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau mungkin hidup lima puluh tahun lagi, kemudian kamu menyuruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.
Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.

6 Kiat sehat hingga tua dari Nabi Muhammad S.A.W

Berikut adalah 6 Kiat sehat hingga tua dari Nabi Muhammad S.A.W
Nabi Muhammad hanya 2 kali sakit selama hidupnya, dan itupun bukan sakit yang berat. Apa kiat untuk sehat seperti Nabi muhammad ? Tentunya semua manusia ingin selalu sehat dalam kesehariannya. Namun tidak mudah mempertahankan kebugaran tubuh kita karena banyak alasan yang mungkin setiap orang berbeda-beda. Dibawah ini kami sampaikan kiat sehat ala Rasululloh S.A.W, Apa saja kiatnya ?

1. Bangun Sebelum Subuh Beliau selalu bangun sebelum adzan subuh berkumandang
tercatat dalam sejarah hanya 1 kali beliau sholat subuh kesiangan setelah seharian melakukan siar Islam dalam perjalanan yang sangat jauh. Dan dijelaskan dalam suatu Hadist "Barangsiapa yang melakukan shalat Sunah sebelum Shalat Shubuh maka dia akan mendapatkan Pahala Seperti Bumi dan bereserta Isinya"


2. Jaga Kebersihan Selalu menjaga kebersihan baik tubuh maupun lingkungan sekitar
Bersih bukan berarti mewah dan sederhana bukan berarti kotor. Terkadang kita terlalu acuh dalam memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sehingga dapat menimbulkan banyak biang penyakit disekitar kita. "Kebersihan itu sebagian dari Iman"


3. Tidak Banyak Makan Nabi Muhammad selalu disiplin dalam menjaga pola makan
dalam sejarah yang sering kita dengan bahwa beliau tidak pernah makan sebelum datang rasa lapar dan menghentikan makan sebelum kekenyangan. Sering melakukan puasa Sunnah yaitu Senin dan Kamis. Dan yang sulit kita ikuti adalah menjaga keseimbangan dalam perut kita yaitu 1/3 Makanan, 1/3 Minuman, 1/3 Udara. Mari kita berusaha merealisasikannya mudah-mudahan kita menjadi lebih sehat jasmani dan rohani.

4. Olahraga Semua orang sangat paham bahwa olahraga dapat menyehatkan tubuh kita
namun untuk melakukannya bukanlah yang mudah terkadang kita sulit membiasakan diri untuk berolahraga walaupun hanya sebentar. Nabi Muhammad gemar melakukan olahraga baik berjalan kaki, berkuda dan masih banyak lagi kegiatan olahraga yang sering dilakukan.

5. Optimis Sifat optimis akan merangsang kepercayaan dalam menjalani hidup
dengan selalu optimis kita akan lebih tenang dan yakin bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan membuahkan hasil di masa mendatang.


6. Buang Penyakit Hati Ini adalah yang sangat sulit dan kebanyakan kita memiliki penyakit hati bahkan terkadang kita tidak sadar jika kita memelihara penyakit hati tersebut, adapun penyakit hati itu antara lain Sifat-sifat Sombong, Iri dengki, Bakhil, Tamak, pemarah dan masih banyak lagi penyakit hati lainnya. Dalam islam Nabi Muhammad selalu mengingatkan agar kita menjaga hati kita dari penyakit-penyakit hati tersebut diatas.

Sesungguhnya bukan hal yang sulit jika kita ingin selalu sehat jasmani dan rohani,terkadang kita tidak mau mengimplementasikan dalam keseharian hidup kita, tidak konsisten serta mudah meremehkan hal-hal diatas. Semoga tulisan ini dapat menggugah kita dalam mendapatkan hidup yang sehat hingga akhir hayat amiinn

Saturday, 6 July 2013

Ceritaku Bersama N_A




Suatu pagi kumulai langkahku dengan senyuman ditemani oleh hembusan angin yang segar,Menuju universitas yang terletak di bilangan Jakarta Timur. Pagi ini saya beserta beberapa teman teman dari Kampusku walaupun berbeda-beda Program studi namun sangat terlihat akrab seperti yang sudah lama dikenal. Untuk melakukan sosialisasi universitas.
Dalam kegiatan sosialisasi ini saya dan teman-temanpun bertemu dengan beberapa dosen pembimbing untuk memberikan suatu pengetahuan yang kami tahu tentang Universitas kepada mahasiswa serta mahasiswi baru. Disitulah saya bertemu dengan seseorang wanita yang Bertubuh Ideal, Parasnya Cantik, serta Berkulit Putih dan terlihat sangat sederhana namun tetap istimewa dihatiku ,dan seseorang yang baru aku kenal serta membuatku terlena.Dia adalah seseorang yang mampu membuat saya bergetar dan tak mampu mengucapkan kata apapun,wah apa yang terjadi denganku,, ??? Dalam hatipun bertanya-tanya “Apakah ini yang dinamakan pandangan pertama”, Seolah Dia seakan mengembalikan semangatku yang telah lama pudar dan yang membuka hatiku yang sudah beberapa lama tertutup.
Dihari Kedua, Rasa penasarankupun terus muncul siapa wanita tersebut, ntah kenapa akhirnya akupun tau siapa dia, Ketika dia tidak membawa atribut yang dikenakan, Maka aku Tanya siapa namanya, wanita tersebut menjawab “Nama saya N_A”, kenapa kamu tidak menggunakan atribut lalu dia pun menjawab “tadi saya bawa kak,namun jatuh ditangga”. Lalu akupun berbicara dengan teman saya yang lain, kemudian “aku menyuruh N_A untuk balik untuk mencari atributnya yang katanya hilang”, Beberapa menit kemudian N_A pun balik dan menemui aku dan berkata “saya sudah mencarinya,kak namun tidak ada kak”. Aku hanya bisa berkata “yaudah, kamu balik ketempatmu, besok harus dipakai atributnya, Jika tidak nanti saya hukum” dan N_A pun menjawab “iya kak, besok saya akan pakai atributnya dan disuruh membuat surat cinta untuk para mahasiswa ataupun mahasiswi baru”(dalam hati aku merasa senang biasa berbicara dan mengetahui namanya). Akhirnya akupun bisa tau siapa nama wanita tersebut.
Dihari ketiga, Aku berangkat dari rumah agak sedikit lebih siang, Namun ketika aku sampai di universitas. N_A telah sampai dan baris ditempatnya, akupun berjalan menuju kearah N_A, ketika aku sampai, akupun bertanya “mana atributmu N_A?” dia menjawab “ini kak baru saya mau pakai”.Dan tiba saatnya mengumpulkan surat cinta kepada para Panitia. Sungguh aku berharap agar N_A memberikan surat cintanya kepadaku, dan akhirnya sungguh diluar dugaan bahwa si N_A memberikan suratnya kepadaku. Sungguh senang tak kepalang mendapatkan surat darinya. Walaupun hanya sekedar surat yang ditulis karena paksaan, tapi tak tau kenapa aku menjadi senang.
Akhirnya kegiatan sosialisasi tentang universitaspun telah usai. Dan kini mereka telah sah menjadi mahasiswa di universitas kami. Dan kami pun bergegas pulang,diperjalanan pulang wajah manis si N_A tetap terbayang di kepalaku,”apakah aku kembali jatuh cinta ?apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? dan jawabannya aku tidak tahu mungkin ini rahasia alam sekitar dan mungkin waktulah yang akan menjawabnya tentang semua ini”.


Hari selanjutnya universitas kami mengadakan suatu acara yaitu Bakti Sosial yang diadakan di sebuah Panti yang berada di Jakarta Timur, Kemudian diacara itu saya mengajak N_A untuk hadir serta mewakili dari mahasiswa baru tersebut, Entah apa yang terpendap dibenak teman-temanku,ketika mereka bertanya kepadaku “ Siapa tuh yang dibawa, kayanya kenal” dan aku menjawabnya “itu N_A perwakilan dari mahasiswa baru(sambil aku tersenyum)”. Pandanganku pun tak luput dari tingkah lakunya yang sungguh membuatku senang dan menambah semangatku bertambah tak seperti biasanya. Dan alhamdulilah acaranya berjalan dengan lancar dan hikmat. Teman-temanku terus bertanya ketika dijalan pulang,Mungkin karena N_A mahasiswa baru dan teman-teman hanya sepintas saja melihatnya.Dan akhirnya akupun sampai dirumah.
Suatu hari ketika N_A ingin pulang kerumahnya, Akupun berniat untuk mengantarkannya kerumah mata, karena rasa penasaranku yang masih besar dan keingin tahuan tentang dirinya akhirnya akupun mengantarkannya kerumah Mata, yang diberada dikawasan Timur Jakarta. Dari situ aku mengetahui bahwa N_A belum mempunyai pasangan. Sepanjang perjalanan akupun sungguh tak percaya bahwa si N_A tak mempunyai pasangan. Keesokan harinya kuberanikan untuk mencoba mengobrol dengannya, Yah itung-itung sambil melakukan pendekatan dengannya siapa tau mata mau menerimaku.
Pada hari senin tepatnya tanggal 1 Oktober sekitar pukul 17.30 WIB aku mencoba untuk memberanikan untuk menyatakan Cinta kepadanya,walaupun aku malu karena belum pernah menyatakan Cinta secara langsung (maklum biasanya hanya melalui telpon ataupun pesan singkat) akhirnyapun sukses juga aku menyatakan cinta kepadanya.”De, Kamu tau gak bedanya kamu sama mawar” mata pun menjawab” tidak kak, emang apa gitu?” (dengan nada yang sedikit manja) “kalau mawar semakin lama semakin layu, tapi kalau kamu semakin lama semakin ayu, hehehehe” (paras matapun terlihat agak senang) “De aku ingin bicara,boleh tidak?” dan N_A pun bilang “ Bicara apa, boleh kok kak? “sebenarnya aku mencintaimu de ketika pertama kali kulihat kamu, Kamu mau gak de jadi pacar aku”(aku menyatakannya dengan terbatah-batah),Namun ku lihat parasnya terlihat N_A agak sedikit malu dan binggung menjawab tentang perasaannya saat itu, dan Gemuruh Adzan magrib berbunyi ketika itupun N_A berkata “Yaudah kamu sholat dulu sana kak,Sudah magrib nanti aku jawab pertanyaan kamu”(ku lihat parah wanita idamanku sangat memerah,ntah karena malu ataupun senang” dan ketika itupun N_A sedang tidak sholat (yah biasalah namanya juga seorang wanita),Ketika selesai sholat akupun mendengar suara Ponsel HP ku berbunyi, (pikiranku pasti itu si N_A yang mengirimkan Pesan) setelahku lihat ternyata dugaanku benar dan aku buka pesan ponselku tersebut “iya kak,aku mau jadi pacar kakak, maaf tadi aku malu dan takbisa bicara padahal aku ingin menjawab iya, yaudah kamu hati-hati yah sayang dijalan,kalau udah sampe kabarin yah” Diperjalanan pulang akupun terasa senang sampe-sampe aku tersasar(wajarlah namanya juga lagi kasmaran)hehehehe. Lalu akupun sampe dirumah,dan aku langsung menelpon N_A hingga larut malam.
Ketika hari Berganti hari, ketika ku bersama dengan N_A banyak hal yang ku dapat bersamanya baik itu Sedih dan Senang,Suka dan Duka,Canda serta Tawa bersama N_A. Pertama kali aku berkencan dengannya aku diajak Nonton Bioskop tentang Perahu Kertas 2 (so sweet banget yah si N_A) hehehehe. Di sebuah Pusat perbelanjaan di kawasan Timur Jakarta. Sayangnya pada malam itu aku tidak bisa mengantarkan N_A pulang sampai rumah,Karena N_A membawa Kendaraan sendiri.
 Seiring Berjalannya Waktu Akupun Berkenalan dengan 5 orang sahabatnya N_A yaitu Aim,Joel,ndah,ifah dan si Mar. AIM adalah salah satu Sahabat N_A yang kulitnya sedikit eksotis, maklum lah AIM ini salah satu Gadis asal Jambi yang kini tinggal di daerah dekat-dekat Jakarta, Dia ini orang yang mencintai seorang,serta tergila-gila dan dia tak kenal lelah membahagiakan orang yang dia cintai dan suatu ketika diapun Dinner di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Timur Jakarta,ntah apa yang dilakukan disana akupun tak tahu karena aku tidak berada disana hehehe. JOEL adalah salah satu Sahabat N_A yang bertubuh sangat munggil, maklum mungkin karena keberatan Nama jadi sangat berpengaruh sama tubuhnya mungkin hehehehe. Dulu JOEL ini sahabatnya N_A yang Jomblo sampai-sampai sering diledekin. Tapi sekarang ini ditelah mempunyai Pasangan yang amat dia Cintai, Mungkin Do’a dia dikabulkan dan inilah salah satu Hikmah dari Bersabar. NDAH adalah sahabatnya N_A yang kata orang Seperti Model Majalah. Ndah ini seseorang yang sangat cuek terhadap Pasangannya. Sampai suatu ketika dia binggung karena dihadapkan dalam suatu pilihan antara Bertahan,Berhenti atau Mencoba, Akhirnya di pilih untuk Mencoba namun tak berlangsung lama. Dan Kembali dengan yang semula karena mungkin Kenyamanan tidak bisa dibuat dengan waktu yang singkat. IFAH adalah sahabatnya N_A yang Semok dan asyik serta terbuka namun dia sering Galau karena masih belum bisa Move on. Padahal banyak laki-laki yang menyukainya, namun karena dia ini seorang wanita yang setia jadi seperti ini. Tapi dia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan yang satu lagi adalah Si MAR, Mar adalah satu sahabatnya N_A yang paling Pintar jika Berhitung, Mungkin karena dia berasal dari Batak. Yah biasa sering kita lihat kalau orang batak biasanya Pintar dalam berhitung dan bermain catur, dia adalah sahabatnya mata yang romantis loh hehehehe. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat kompak loh. Dan mempunyai suatu geng sebut saja geng Mdf hehehehe. Sedikit tentang Intermezo tentang sahabat-sahabatnya si N_A.
Singkat Cerita ketika si N_A ulang tahun aku telah membuat suatu Planing yang membuat Mata Senang, Yaitu dengan cara membuat suatu Video tentang ucapan Ulangtahun N_A. Namun sahabatnya N_A telah sepakat untuk tetap para Planingnya mereka. Akupun harus memikirkan apa yang harus kulakukan. Dan akhirnyapun aku meminta teman-teman serta sahabatku untuk mengucapkannya dan sedikit ide yang sungguh diluar dugaan aku meminta kepada tukang Warkop,Tukang Buah,Tukang Bunga,Satpam serta tukang Parkir untuk mengucapkannya,Dibantu dengan Sahabat aku yang bernama Sandi. Selesai aku member Surprice, Akupun bergegas untuk bertemu dengan N_A. Awalnya aku ingin mengajak N_A ke Pantai namun berhubung Waktu telah sore.Akhirnya Kuputuskan Untuk ke sebuah aneka Makanan yang berada didaerah Timur Jakarta. Disana Kuberanikan Untuk mengasi N_A 3buah tangkai Bunga dan Video,walaupun dengan rasa yang sangat Malu serta Takut Karena baru Pertama kalinya,Akhirnya akupun memberanikan diri untuk memberinya,Kulihat paras wajahnya Si N_A sangat senang dan disitulah aku sangat bahagia. Tak Cuma itu saja di Lain waktu aku memberikan Surprice kepada N_A tanpa diduga-duga dengan N_A. Disaat itu posisi sedang Hujan, lalu kujemput N_A dengan Payung (so sweet yah) namun si N_A pun menolak. Dengan penuh rasa cinta ku tuntun N_A sampai ke depan asrama Kemudian Kuberi seloyang kue dan di tiupnya dengan senang hati dan di guyur N_A dengan air serta telor yang membuatnya Sakit.

Sebulan berselang akupun merayakan Ulang Tahunku. Tanpa diduga-duga N_A telah membuat Planing, Ketika Malam Tiba aku ngajak N_A untuk makan Malam bersama, Namun N_A menolak dengan alasan besok akan Ujian, Rasa jengkel dan kesal pun tiba, akhirnya Kuputuskan saja untuk makan malam di Kamar aku. Ketika ingin membuka Kamar aku, Aku sudah merasakan sebuah kejanggalan namun aku menganggap itu hanya perasaanku saja, Dan ketika aku membuka kamar dan disitu pula ada N_A yang telah membawa Kue Ulangtahun,Akupun merasa sungguh terharu,Senang,Bahagia,dan Sedih. Sungguh kejadiaan yang tak mungkin bisa dilupakan.Tanpa sadar N_A beserta 6 orang sahabatnya serta dibantu oleh sahabat-sahabatku mengguyur aku dengan telor,air sabun,berserta lainnya, walhasil aku harus mandi untuk ke4 kalinya dalam sehari.
Tak lama berselang hubunganku dengan N_A pun sudah tidak harmonis, Hingga suatu ketika N_A tidak menghubungiku selama kurang lebih 4 hari, ntah apa yang ada di pendaknya kenapa dia tidak member kabar kepadaku, aku hanya berpikiran mungkin N_A sedang sibuk dengan kegiatannya sehari-hari.Setelah 4hari berselang N_A menghubungiku namun bukan dengan ponselnya.Dan berkata “maaf yah ka, aku gak menghubungimu selama 4hari,karena ponsel aku rusak” aku hanya membalas “iya gpp, gimana kabarmu dan jaga kesehatan yah “ dan iya pun membalas Kak,maaf aku sudah jenuh sama kamu, ntah kenapa, aku telah mencoba selama 2bulan untuk mencintaimu namun aku tidak bisa, sekali lagi maaf yah ka” akupun hanya bisa berdiam diri dan mengintropeksi atas kejadian ini.


Dalam hatiku ini..
Akan tetap membekas suatu kenangan..
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif..
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu..
Namun untukku, janganlah kau biarkan ..
Aku terkulai lemas dalam kehampaan..
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan..

Kalau ada Jarum yang Patah,,
Jangan disimpan di lemari,,
Kalau ada kata-kata yang salah,,
Jangan dilaporkan kepolisi..

Burung irian burung cendrawasih,,
cukup sekian dan terima kasih :)