Thursday, 11 July 2013

Hubungan Antara Puasa terhadap Kesehatan






Bagaimana berpuasa bagi yang mempunyai penyakit tertentu? Apakah boleh berpuasa dalam kondisi sedang menderita penyakit? Jawabannya, tergantung penyakit yang diderita dan keparahan penyakitnya.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan berpuasa bagi orang-orang yang beriman. Selanjutnya pada QS. Al-Baqarah ayat 184, Allah berfirman: "Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Berkaitan dengan ayat diatas, Allah telah memberikan keringanan bagi orang yang sakit yang tidak mampu berpuasa karena gangguan fisiknya. Namun banyak pula penyakit yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, sebagaimana firman Allah SWT Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Bagi orang yang sedang menderita sakit , perlu dikaji apakah penyakitnya karena gangguan fisik ataukah gangguan psikis/pikiran? Pada penyakit karena adanya kelainan fisik yang berat lebih baik tidak memaksakan berpuasa apabila dengan berpuasa akan menyebabkan bertambah berat penyakitnya. Untuk hal ini Allah SWT telah memberikan solusi melalui ayat diatas tadi. Ada baiknya konsultasi dengan dokter. Namun tidak sedikit penyakit yang dirasakan sepertinya ada kelainan fisik padahal penyakitnya disebabkan kelainan psikis/pikiran, misalnya penyakit maag.

Banyak penyakit maag yang disebabkan karena kelainan psikis, bukan gangguan fisiknya. Pada yang semacam ini biasanya dengan berpuasa akan lebih baik dan dapat menyembuhkan karena adanya ketenangan sehingga produksi asam lambung tidak berlebihan. Kalau ada keraguan mana yang lebih baik, berpuasa atau tidak, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Umumnya puasa mempunyai dampak positif terhadap organ tubuh, di antaranya sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah, sistem hormon, dan lain-lain. Di luar bulan puasa pencernaan kita bekerja selama 18 jam atau lebih dalam sehari. Pada saat puasa , pencernaan dan enzym serta hormon yang berhubungan dengan pencernaan beristirahat cukup lama sekitar 12 jam sehingga sistem pencernaan akan mengalami perbaikan yang menimbulkan dampak positif. Selain itu saat berpuasa tubuh menggunakan zat makanan yang tersimpan dan tertimbun berlebihan dalam tubuh untuk proses metabolisme, sehingga akan menimbulkan dampak positif keseimbangan zat-zat dalam tubuh kita.
Berbicara dampak puasa terhadap kesehatan jauh lebih banyak dampak positifnya, baik dampak terhadap kesehatan fisik, psikis, maupun sosial.

Dampak positif berpuasa terhadap kesehatan fisik adalah sebagai berikut.
  1. Bagi penderita yang mempunyai tinggi kolesterol, trigliserida, saat berpuasa tubuh akan menggunakan lemak yang tersimpan berlebihan dalam tubuh, yang akhirnya kadar lemak dalam tubuh akan menjadi normal.
  2. Bagi penderita penyakit gula, puasa akan membuat gula darah cenderung turun, karena proses metabolisme dalam tubuh saat berpuasa.
  3. Bagi penderita dengan gangguan saluran cerna, berpuasa akan menyehatkan sistem pencernaan. Di waktu puasa, lambung dan sistem pencernaan akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan.
  4. Bagi penderita obesitas atau kegemukan, puasa dapat mengurangi berat badan berlebih, karena puasa dapat menghilangkan lemak dan mengeluarkan kalori yang berlebih.
  5. Puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan peningkatan sel darah putih yang berfungsi untuk pertahanan tubuh.
  6. Puasa dapat meningkatkan kesabaran, karena adanya perbaikan fungsi hormon yang mempengaruhi tubuh untuk menjadi stabil, tenang dan nyaman.
  7. Puasa dapat meremajakan sel-sel tubuh, karena pada saat berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya, sebagaimana saat kita beristirahat/tidur.
  8. Puasa memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh sehingga akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya.
Dampak positif berpuasa terhadap kesehatan psikis adalah sebagai berikut.
  1. Puasa bagi penderita sakit maag yang disebabkan gangguan psikis.
    Dengan berpuasa produksi lambung akan terkendali sehingga keluhan mual, nyeri, dan kembung akan berkurang.
  2. Puasa bagi penderita depresi atau kecemasan yang berlebihan.
    Dengan berpuasa pikiran lebih tenang, hormon yang mempengaruhi kecemasan akan terkendali, sehingga akan ada keseimbangan hormon yang membuat diri menjadi nyaman dan tenang.
  3. Puasa bagi yang mempunyai kelainan seksual.
    Dengan berpuasa hormon seks akan terkendali, menyebabkan kendali seksual akan lebih baik.
Dampak puasa terhadap kesehatan sosial adalah sebagai berikut.
  1. Dengan berpuasa, kita dapat mengingat dan merasakan penderitaan orang lain yang kekurangan, yang sering merasakan lapar dan haus disepanjang hidupnya walaupun bukan saat berpuasa. Hal ini dapat menjadi cermin bagi kita bagaimana orang-orang yang nasibnya kurang beruntung merasakan hal ini, semestinya perasaan ini akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang masih hidup serba kekurangan.
  2. Selama bulan Ramadhan kita juga dianjurkan untuk saling memberi, baik saling berbagi pada pada saat berbuka puasa atau berbagi melalui zakat fitrah dan zakat mal. Perasaan saat berbagi pasti akan menimbulkan rasa nyaman dan bahagia dalam kebersamaan.
Untuk mencapai puasa yang sehat dan nikmat, mudah-mudahan tips di bawah ini bermanfaat:
  1. Upayakan jenis makanan tidak berbeda jauh dengan makanan sehari-hari sebelum bulan puasa.
  2. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang lambat dicerna termasuk makanan yang mengandung serat, bukan makanan yang cepat dicerna.
  3. Makanan yang dimakan harus seimbang, mengandung komponen buah, sayuran, daging/ayam/ikan, roti/sereal, dan produk susu.
  4. Minumlah secukup mungkin air atau jus buah antara waktu berbuka sampai tidur malam sehingga tubuh anda bisa menyesuaikan kadar cairan pada waktunya.
  5. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu berlemak , makanan yang mengandung terlalu banyak gula.
  6. Hindari merokok.

8 Hikmah dari Puasa





Hikmah puasa terangkum dalam firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Dalam ayat ini, Allah SWT tidak berfirman dengan menggunakan redaksi: “Agar kamu sekalian menderita”, atau “sehat”, atau “bersahaja (hemat)”. Akan tetapi Allah SWT berfirman dengan menggunakan redaksi, agar kamu sekalian bertakwa. Dengan demikian, ayat tersebut dapat kita pahami bahwa Allah SWT menjadikan puasa sebagai ujian ruhani (spiritual) dan moral, dan sebagai media (sarana) untuk mencapai sifat dan derajat orang-orang yang bertakwa. Allah SWT menjadikan pula takwa sebagai tujuan utama dari pengalaman ibadah puasa tersebut.
Ibnu Mas’ud ra. merumuskan sebuah kaidah dalam memahami ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, Hai orang-orang yang beriman, “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, maka perhatikanlah dengan saksama, karena setelah seruan itu tidak lain adalah sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.”
Al-Ghazali pun telah menguraikan hikmah puasa ini dalam kitab monumentalnya, Ihya 'Ulum Ad-Din. Ia berkata: “Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang memiliki kedudukan (derajat) di atas binatang karena dengan cahaya akal pikirannya ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, dan di bawah derajat malaikat karena manusia diliputi hawa nafsu. Manusia diuji dengan melakukan mujahadah terhadap hawa nafsunya. Jika ia terbuai oleh hawa nafsunya, ia jatuh ke dalam derajat yang paling rendah, masuk dalam perilaku binatang. Dan Jika ia dapat menundukkan (mengekang) hawa nafsunya, ia naik ke derajat yang paling tinggi dan masuk dalam tingkatan malaikat.”
Ibnu Al-Qayim menambahkan hikmah puasa ini dengan menjelaskan secara terperinci: “Tujuan puasa adalah mengekang diri dari hawa nafsu dan menundukkannya, mendapatkan kesenangan dan kenikmatan hakiki serta kehidupan yang suci dan abadi, turut merasakan lapar dan dahaga yang teramat sangat agar peka terhadap rasa lapar kaum fakir miskin, mempersempit jalan setan dengan mempersempit jalur makan dan minum, mengontrol kekuatan tubuh yang begitu liar karena pengaruh tabiat sehingga membahayakan kehidupan dunia dan akhirat, menenangkan masing-masing organ dan setiap kekuatan dari keliarannya, dan menali-kendalinya. Sebab puasa merupakan tali kendali dan perisai bagi orang-orang yang bertakwa serta training (penggemblengan) diri bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.”
Selanjutnya, Ibnu Al-Qayim menambahkan penjelasannya tentang rahasia dan tujuan puasa dengan gaya bahasanya yang khas: “Puasa memiliki pengaruh dan potensi kekuatan yang luar biasa dalam memelihara anggota badan dari memakan barang yang merusak kesehatan. Puasa memelihara kesehatan jiwa dan raga, dan mengembalikan kepadanya apa yang telah dirampas oleh kekuatan hawa nafsunya. Puasa adalah media yang paling baik untuk membantu mencapai derajat takwa.”
Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin.

Pertama, puasa membiasakan seseorang takut kepada Allah SWT, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang mengontrol dan melihat kecuali Allah SWT.

Kedua, puasa mampu menghancurkan tajamnya syahwat dan mengendalikan nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu bisa menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa, karena puasa sesungguhnya dapat mengendalikan syahwat.


Ketiga, puasa membiasakan seseorang berkasih sayang. Membiasakan untuk selalu berkurban dan bersedekah. Di saat ia melihat orang lain serbakekurangan, tersentuhlah hatinya untuk berbagi kepadanya.

Keempat, puasa membiasakan keteraturan hidup, yaitu orang yang berpuasa akan berbuka pada waktu yang sama, dan tidak ada yang lebih dulu karena kehormatan, harta, atau jabatan, misalnya.

Kelima, adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan dalam melaksanakan kewajiban agama.

Keenam, puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh, terutama pada orang yang mempunyai kebiasaan makan dan sedikit kegiatan.

Ketujuh, puasa dapat membersihkan jiwa, karena puasa hakikatnya memutus dominasi syahwat. Syahwat bisa kuat dengan makan dan minum, dan setan selalu datang melalui pintu-pintu syahwat. Dengan berpuasa, syahwat dapat dipersempit geraknya.

Kedelapan, puasa membentuk manusia baru, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah SWT, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana  bayi yang baru lahir.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan mengantarkan menjadi hamba-hamba-Nya yang muttaqin. Amin. (baihaqi)

Wednesday, 10 July 2013

Biologi - ORGAN



—  Epidermis Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.
—  Korteks Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.
—  Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik titik, dinamakan titik Caspary yang membatasi korteks dan stele fungsinya adalah sebagai pembatas selektif yang mengatur masuknya bahan2 dari larutan tanah ke dalam jaringan pembuluh di dalam stele.
—  Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
 - Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim..
—  Xilem primer terdiri dari jenis sel yang sama dengan pada xilem sekunder yakni unsur trakeal (trakea dan trakeid), serat, dan sel prenkim. Dari segi perkembangannya, xilem primer terdiri dari bagian yang berkembang disaat awal, yakni protoxilem dan bagian yang berkembang kemudian, yakni metaxilem.
Floem primer berdifferensiasi dari prokambium. Sebagaiman xilem primer, dalam floem primer terdapat protofloem dan metafloem.
—  . batang dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
—  a. Epidermis
—  Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
—  Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
—  Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
—  d. Stele/ Silinder Pusat
—  Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
—  Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
—  Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
—  batang monokotil
—  Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).   
—   fungsi batang
—  a. Menyokok tumbuhan.                                                                                                                                        
—  b. Tempat lalu lintas pengangkut air,garam mineral dan zat makanan.                                                                                                            
—  c. Tempat melekatnya daun.                                                                                                                        
—  d. Sebagai alat perkembangbiakan vegetative
—  Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di  daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian : 
—  Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya  pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
—  Parenkim/Mesofil  daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang   antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih  banyak daripada jaringan bunga karang.
—  Jaringan Pembuluh  daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun. 
Fungsi daun
—  Tempat pertukaran udara
—  Tempat terjadinya fotosintesis dan respirasi
—  Tempat transpirasi
—  Bunga adalah bagian tumbuhan yang mengandung organ reproduksi, yaitu putik, benangsari, kelopak bunga, dan mahkota bunga.
—  Sama seperti halnya mahluk hidup lain, tumbuhan juga bereproduksi untuk mempertahankan kelangsungan spesiesnya. Tumbuhan berbunga melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji. Biji terbentuk dengan jalan reproduksi seksual yaitu bergabungnya sel kelamin jantan dari serbuk sari dengan sel kelamin betina dari bakal buah.
—  Serbuk sari harus masuk ke bagian dalam bunga betina (putik) agar terjadi pembuahan. Ada bunga yang melakukan penyerbukan sendiri, yaitu benang sari berasal dari bunga yang sama. Ada penyerbukan dari bunga lain yang sejenis. Ada berbagai cara agar serbuk sari masuk ke dalam kepala putik.
—  • tangkai sari
• kepala sari
• serbuk sari
Bagian betina adalah putik yang terdiri atas:

• bakal buah ( di dalam bakal bijinya terdapat sel kelamin betina)
• tangkai putik
• kepala putik
— 
Kepala putik berujung lengket untuk menangkap butir-butir sel-sel jantan.
—  Bagian jantan dan betina pada bunga tumbuhan. Benang sari atau bagian jantan terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Putik atau bagian betina meliputi kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.
—  Baik benangsari maupun putik dilindungi oleh kelopak bunga dan daun mahkota. Keduanya membentuk mahkota bunga.
—  Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji.
—  Ada juga tumbuhan yang bisa dikembangkan tanpa pembuahan (aseksual) yaitu dengan:
• mencangkok
• stek
• okulasi
—  Pulmo terletak didalam rongga dada bagian atas, dibagian samping dibatasi oleh otot dan tulang rusuk, dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.
—  Pulmo ada 2 bagian yaitu pulmo dekster/kanan yg terdiri dari 3 lobus dan pulmo sinister/kiri yang terdiri dari 2 lobus. Pulmo dibungkus dalam selaput yang tipis disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi pulmo disebut pleura visceralis/dalam. Selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk  disebut pleura parietalis/luaar.
—  Antara selaput luar dan dalam terdapaut rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas pulmo. Cairan pleura tersebt berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permiabel terhadap air dan zat-zat lain.
—  Pulmo tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Pulmo berstruktur seperti spons yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
—  Didalam pulmo, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ±1mm, dindingnya semakin menipis dibanding dengan bronkus.
—  Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan  dibagian ujung mempunyai epithelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).
—  Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa/sarang tawon. Oleh karena  alveolus berselaput tipis dan distu banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernafasan.
—  Jantung terletak rongga dada dan terdiri dari 3 lapisan, yaitu endokardium, miokardium, dan perikardium. Endokardium merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung. Miokardium merupakan otot jantung yang tersusun dari berkas-berkas otot. Perikardium merupakan otot jantung yang tersusun dari berkas-berkas otot. Perikardium  merupakan selaput pembungkus jantung.
—  Pada dasarnya, jantung merupakan alat pemompa darah yang tersiri dari 2 pompa yang terpisah, yaitu jantung kanan melalui paru-paru dan jantung kiri melalui arteri, vena, dan kapiler. Tiap bagian jantung yang terpisah ini merupakan 2 ruang pompa yang dapat berdenyut, yaitu atrium/serambi dan ventrikel/bilik. Fungsi utama atrium adalah tempat masuknya darah dan membantu mengalirkan darah masuk kedalam ventrikel. Kemudian ventrikel menyediakan tenaga utama untuk mendorong darah melalui sistem sirkulasi pulmonalis.
—  Ruang jantung manusia terdiri dari 4 ruangan, atrium kanan dan kiri , ventrikel kanan dan kiri. Jantung manusia pada saat masih janin mempunyai lubang yang disebut voramen ovale. Lubang ini terletak antara atrium kiri dan kanan. Diantara atrium kanan dan ventrikel terdapat katup trikuspidalis. Katup ini berfungsi mencegah darah dalam ventrikel kanan tidak masuk kedalam atrium kanan. Sebaliknya, diantara atrium kiri dan ventrikel kiri terdapat katup bikuspridalis. Katup ini berfungsi untuk mencegah darah dalam ventrikel kiri tidak mengalir kembali ke atrium kiri.
—  Organ luar
—  Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
—  Alis mata berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.
—  Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.
—  Organ dalam
—  Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:
—  Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
—  Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
—  Pupil dan iris
—  Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang.
—  Lensa mata
—  Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina.
—  Retina atau Selaput Jala
—  Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
—  Saraf optik Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak